Friday, February 15, 2019

Tips Penataan Kamar Tidur yang Nyaman

Saya sering ngomel dengan suami saya yang secara umum jam tidurnya lebih banyak daripada saya. Kadang jam 9 dia sudah ngantuk (meskipun dia bangun lebih pagi daripada saya sih), sedangkan saya suka begadang menggambar atau main game sampai tengah malam. Kalau pun dia juga begadang, ia masih bisa tidur siang karena ia wiraswasta yang bekerja di rumah (oke kali ini mungkin saya ngomel karena iri aja). Saya sering bilang kalau orang-orang sukses & para penemu tidurnya cuma beberapa jam saja dan bisa sukses, bahwa ide-ide mereka lah yang membuat mereka tetap terjaga, tapi suami saya cuek aja dan beranggapan kalau ngantuk itu berarti memang sudah ditakdirkan dan diberi sinyal oleh tubuh bahwa kita perlu tidur, jangan ditahan-tahan. Memang sih, saya amati bahwa ia lebih sehat daripada saya yang jam tidurnya 5-6 jam sehari (bahkan 4 ketika weekend, gara-gara nge-game), sedangkan jam tidur dia cenderung ideal yaitu 7-8 jam sehari. Ia jarang sakit, sedangkan saya gampang banget sakit, padahal kami sama-sama rajin olahraga.

Baru-baru ini saya baca tulisan di The Guardian yang membahas tentang tidur. Ternyata tidur sangat underrated. Manfaat tidur jauh lebih penting daripada yang saya bayangkan. Berbagai studi menyatakan bahwa kurang tidur bisa memicu resiko alzheimer, kanker, stroke, gagal jantung; menekan hormon yang memicu kita merasa lapar sehingga kita bakal ingin ngemil terus (ini penting banget lol); bahkan memicu depresi dan kecenderungan bunuh diri. Hampir seluruh pengidap gangguan psikologis di dunia dalam 20 tahun terakhir ini ternyata memiliki kesamaan, yaitu hampir semuanya kurang tidur. Bahkan, tokoh seperti Margaret Thatcher dan Ronald Reagan yang menggembar-gemborkan jam tidur mereka yang minim ternyata juga kena alzheimer. Intinya, the shorter your sleep, the shorter your life. Oleh karena itu, kini para ilmuwan dan dokter mulai mengampanyekan pentingnya tidur--meskipun hanya menambah satu jam saja--untuk mengobati dan mencegah segala keluhan dan penyakit.

Namun, lama jam tidur aja nggak cukup. Kita semua punya 24 jam sehari, katakanlah misalnya 8 jam untuk bekerja; 8 jam untuk waktu luang, rekreasi, ataupun berkumpul bersama orang-orang di sekitar kita; dan 8 jam untuk tidur. Kita menghabiskan 1/3 waktu kita dalam sehari untuk tidur. Apa jadinya kalo kita tidur 8 jam, tapi tempat tidurnya nggak nyaman? Apakah ketika bangun tidur kita bakal tetap merasa fresh atau malah badan makin sakit semua karena kelamaan tidur dalam keadaan tidak nyaman? Sayang banget kan kalo kita punya waktu sebanyak itu untuk tidur tapi tidurnya nggak berkualitas, padahal tidur yang nyenyak membuat kita sehat untuk beraktivitas sepanjang hari.

Bagaimana cara meningkatkan kualitas tidur? Salah satunya dengan menciptakan suasana kamar tidur yang nyaman. Kamar tidur yang baik adalah kamar yang memfokuskan kita untuk istirahat tanpa gangguan. No TV, no computer, just good ol' mattress and things to relax ourselves. Kita harus memilih kasur yang baik dan menata ruang dengan nyaman, karena itu termasuk investasi kita untuk menjalani kehidupan. Berikut adalah beberapa contoh penataan kamar tidur dengan penataan yang baik untuk meningkatkan kualitas tidur kita.

1. Less is more



Coba kita pikir-pikir, barang apa yang seringkali kita taruh di samping kasur kita karena kita sering malas berjalan untuk mengambil barang tersebut ketika terlanjur mager (malas gerak)? Ponsel, charger, buku, kacamata, gelas, tablet, dan lain-lain. Kadang terlalu banyak barang di samping ranjang kita justru membuat kita sulit tidur, karena terlalu banyak distraksi. Hampir semua orang pasti pernah nggak bisa tidur karena keasyikan scrolling medsos, main game di tablet, atau membaca buku (ada nggak sih yang hari gini masih terbiasa baca buku sebelum tidur?). Oleh karena itu, salah satu cara kita memaksa agar fokus cepat tidur adalah meminimalisasi distraksi. Pilih ranjang yang simpel, gunakan kursi stool sebagai pengganti nakas, dan cukup letakkan lampu tidur di samping ranjang. Boleh juga ditambah tanaman aromaterapi untuk relaksasi atau alarm.


2. Pilih kasur yang berkualitas



Kasur adalah investasi untuk hidup sehat, oleh karena itu pemilihan mutu kasur sangatlah penting. Mau kasur busa atau pegas, pilihlah kasur berstruktur keras yang menjaga bentuk tubuh kita agar tetap datar di atas kasur, bukan tenggelam di dalam kasur. Bentuk yang tetap akan memberikan penyangga yang stabil dan mendistribusikan berat badan secara merata, sehingga baik untuk postur tubuh kita. Jangan lupa, pilih seprai dengan bahan alami yang nyaman seperti katun ataupun lyocell.


3. Pilih sarung selimut & sarung bantal yang nyaman



Kasurnya udah bagus, seprainya udah nyaman, tapi percuma juga kalo selimut dan bantalnya masih nggak nyaman. Pilihlah selimut dan bantal yang nyaman sehingga makin melengkapi pengalaman tidur nyenyak yang paripurna. Pilihlah material yang menyerap keringat dan lembut, seperti katun murni.


4. Tambahkan tirai untuk penutup ranjang





Riset mengatakan bahwa tidur dalam keadaan gelap sangat baik untuk meningkatkan kualitas tidur kita. Cahaya dapat menghambat sekresi melatonin, yaitu hormon yang secara alami menghambat tidur. Oleh karena itu, suasana kamar yang gelap dapat membantu kita lebih cepat tidur dengan nyenyak. Kadang kita merasa kurang nyaman tidur dalam kamar yang 100% gelap, maka kita masih menyalakan lampu tidur yang agak remang-remang. Oleh karena itu, salah satu upaya mengurangi cahaya langsung ke mata adalah dengan memasang tirai penutup di ranjang untuk membantu memblokir cahaya. Pilihan tirai bermotif juga bagus untuk menambah suasana elegan dan mewah di kamar.


5. Gunakan gorden anti tembus cahaya




Minimalisir cahaya di kamar agar bisa menunjang tidur yang nyenyak. Gunakan tirai anti tembus cahaya untuk memblokir cahaya, apalagi jika kita tinggal di apartemen di lantai yang tinggi. Semakin rapat jalinan benangnya, maka gorden tebal pun juga bisa mencegah kebisingan masuk ke kamar. Gunakan gorden berukuran besar yang panjangnya dari plafon hingga lantai untuk efek yang maksimal.


6. Gunakan karpet untuk meredam suara



Tinggal di apartemen dan sering terganggu oleh tetangga di lantai bawah yang berisik? Karpet bisa menjadi salah satu solusi sementara untuk meredam suara (selain langsung menegur tetangga yang bersangkutan hehe). Suasana tidur pun bisa makin tenang. Pilih karpet yang sesuai dengan tema kamar agar kamar terlihat makin cantik.


7. Pasang lampu tidur adjustable, dimmer, dan remote control







Mendadak terbangun tengah malam dan igin menyalakan lampu, tapi khawatir membangunkan pasangan? Cegah hal tersebut dengan lampu adjustable! Pasang lampu tidur di atas kepala yang bisa diarahkan sesuai kebutuhan. Gunakan alat peredup lampu (dimming kit) untuk mengatur cahaya lampu. Kalo perlu, bisa juga gunakan remote untuk menyalakan lampu utama kamar tanpa harus bangun dari tempat tidur dan mengganggu pasangan.


Itu tadi beberapa tips penataan kamar tidur agar meningkatkan kualitas tidur yang baik. Kalo tidurnya udah bagus, niscaya ketika bangun kita makin fresh untuk memulai hari. Badan makin sehat, kerja makin semangat, otomatis hubungan kita dengan pasangan juga makin harmonis. Kalau kamarnya bagus dan nyaman kita kan jadi makin betah di kamar hehehe.. Tapi hati-hati juga ya, jangan gara-gara tidurnya keenakan akhirnya malah makin mager di kamar :P



No comments:

Post a Comment

Book Review: Outliers

Sudah lama buku ini masuk dalam wish list saya ketika saya mendengarkan salah satu episode siniar Malcolm Gladwell berjudul Revisionist Hist...