Monday, May 18, 2015

Hal-hal yang Bakal Saya Rindukan dari Jakarta

2015.04.12

So, this is my last month in Jakarta. Part of myself says ‘YATTA! FINALLY!!’ But i cant help it, some part of me says ‘oh well, time flies, hmm’. Well, seburuk-buruknya kota ini, tetap saja 3,5 tahun bukanlah kurun waktu yang cukup sebentar. Berbagai lika-liku di kota yang lebih kejam daripada ibu tiri ini sudah saya lalui. 

"concrete jungle where dreams are made of...."

Saking bencinya sama kota ini saya sering bilang sama diri sendiri kalo suatu hari saya pulang saya akan berteriak sebelum naik kereta/pesawat, "So long suckers!!!!!!" But I do realize, Jakarta has taught me so well with its 'experience is the best teacher' method. So, i'm gonna miss you but still I will hate you, Jakarta.

Jadi daripada saya bikin list hal-hal negatif tentang Jakarta, kayaknya lebih baik saya bikin list hal-hal apa saja yang bakal saya rindukan dari Jakarta:

1. KONSERNYA
Ha ha ha. Segitu simpelnya saya. Salah satu alasan saya betah di sini ya karena konsernya. Saya sudah mencapai cita-cita bucket list nomor 1 saya, yaitu nonton Dream Theater. 2 kali! Kalo kata teman-teman saya sih saya sudah bisa mati dengan tenang 2 kali, hihi. Hal ini sangat saya syukuri karena timing Dream Theater ke sini bertepatan ketika saya sudah bisa cari duit sendiri dan nonton dengan keringat sendiri.
Saya juga sudah nonton Mike Portnoy, Billy Sheehan, EXO, SNSD, Super Junior, artis-artis SM lain di SMTown, 2NE1, Park Ji Sung dan Running Man Casts. Namun beberapa konser hebat juga saya lewatkan karena bokek ataupun terlalu mahal, antara lain Metallica, Sting, Alicia Keys, Mew, dan One Direction.
Ya namanya juga ibukota, artis-artis internasional pasti ke sini duluan lah kalo mau konser. Jarang-jarang artis luar ke daerah selain Jakarta, kecuali kalo emang fanbasenya di daerah banyak (ato nyari duit karena udah nggak terlalu ngetop lagi, ehem). Saya pasti bakal mewek2 deh kalo nanti ada artis yang saya suka ke Jakarta.

2. KONEKSINYA DAN ILMUNYA
Koneksi klien yah, maksudnya. Koneksi klien dan rekan kerja, yang mungkin ngga didapat di daerah. Di sini potensi untuk proyek2 besar baik lokal maupun internasional sangat besar. Saya bersyukur pernah menjadi bagian dalam proyek-proyek tersebut dan memperoleh banyak kenalan dan ilmu jatuh bangunnya.
Kalo kata Alicia Keys di Empire State of Mind Part II, "If I can make it here I can make it anywhere, that's what they say.." (well emang lagu ini sebenernya menggambarkan New York, tapi mirip-mirip lah yaa sesama kota metropolitan hihi)

3.ARSITEKTURNYA
Dasarnya emang orang kampung, saya selalu norak kalo liat bangunan tinggi. Seberapa sering pun saya lewat, selalu ada rasa terkagum-kagum setiap melintasi jalanan di Rasuna Said, SCBD, Sudirman-Thamrin, terlebih ketika malam hari. Rasa kagum ketika melihat jajaran tower crane berlatar belakang pemandangan senja. Rasa kagum setiap melewati perempatan Semanggi yang kompleks itu. Kota besar memang memiliki pesonanya sendiri. Kadang kalau pas melintasi jalanan tersebut saya suka dengerin (again), Empire State of Mind-nya Jay Z & Alicia Keys, hihi.

4. EVENT-EVENTNYA
Event2 yang saya suka di Jakarta antara lain Jakarta Great Sale (duh!), Inacraft, berbagai festival musik, Mega Build, Design Week, Hellofest, dll yang belum tentu ada di daerah. Kalopun ada pasti nggak segede di Jakarta, di mana Inacraft selalu make semua hall di JCC. Superb.

5. MALLNYA
Klasik cewek nih. Meskipun ngga sering belanja, cuci mata barang2 branded cukup mengasyikkan juga. Kan ngga semua brand ada di daerah. Bakal kangen liat-liat barang-barang decor ke Scoop. I’m soooo gonna miss Uniqlo too, my favorite international brand ever. Juga bakal kangen main ke Ikea Alam Sutera yang merupakan surga barang interior dan decor.
Selain mall besar, pasar macem Thamrin City, Taman Puring, ataupun Mayestik bakal saya rindukan karena di pasar-pasar tersebut kadang saya menemukan barang-barang ajaib nan murah meriah. Sebenernya Tanah Abang juga bagus secara bisa beli grosiran buat kulakan, namun saya selalu pusing sendiri kalo ke sini, hehe. Selain itu di mall saya juga suka ngeliatin style mbak-mbak yang modis. Berhubung saya bukan sosialita dan nggak pernah ke restoran mahal, cuma di mall ajang saya ngeliatin dan mempelajari style fashion mereka.

6. CAFENYA
Berbagai cafe dan atmosfernya yang cozy. Cuci mata sambil gosipin pengunjung lain ato baristanya yang kece. Teman2 ngopi dan karaoke yaitu temen-temen kuliah sesama anak perantauan yang cuma bisa ngumpul kala weekend. Wifinya yang gak banyak didapatkan di cafe di daerah. Mengagumi interior gaya industrial ataupun shabby chic meskipun kadangkala hipster abis.

7. MAKANANNYA
3,5 tahun di sini tentunya berdampak juga pada lidah. Yang pasti bakal saya kangenin karena nggak ada di Jawa Timur adalah cireng, combro, tahu jeletot/gehu, nasi uduk, lontong isi, bakwan, nasi goreng teri medan, Soto Betawi, Sup Iga. Beberapa makanan di atas mungkin ada di daerah, tapi rasanya pasti beda, seperti halnya bakso malang di Jakarta nggak seenak bakso malang yang asli Malang. Belum lagi food chain di mall seperti Taiwan Street Snack Ayam Shihlin, Eat & Eat kiosnya si mie kepiting, Domino’s Pizza, Burger King, Lotteria, bahkan J.Co pun belum masuk Malang.

8. TEMAN KANTOR
Kantor bagaikan rumah kedua bagi saya, secara hampir tiap hari saya nglembur di kantor. Meja saya, pantry, perpustakaan, dan teras yang selalu penuh tanaman dan vertical garden. Suasana kantor yang hectic namun somehow masalah bisa diselesaikan (atau dialihkan, haha). Teman-teman seperjuangan yang senantiasa berbagi suka dan duka setiap hari, bahkan di hari libur di grup Whatsapp. Karena setiap hari saya menghabiskan waktu dengan mereka, maka saya pasti merindukan teman-teman. Bakal kangen guyonan penuh sarkasme, bully-membully, namun juga kerja tim yang kompak.



But hey, don’t be too sad. The new adventure lies over there. Let’s start another journey with brand new challenges. I don’t want to be too laid-back (figuratively) and stay in my comfort zone in my office. Therefore I risk myself by quitting just when things are starting to get normal and my career is good. I’m going to open a new page of my life.

I took this pict in one of my loneliest gloomiest day in Jakarta. I don't want to feel this bad feeling again.





Book Review: Outliers

Sudah lama buku ini masuk dalam wish list saya ketika saya mendengarkan salah satu episode siniar Malcolm Gladwell berjudul Revisionist Hist...