Seiring bertambahnya masa bakti kita dalam sebuah perusahaan, pasti kita ingin perusahaan mengapresiasi kerja keras kita dengan kenaikan gaji yang rutin. Ada perusahaan yang dengan disiplin menaikkan gaji tiap tahun seiring inflasi mata uang, beruntunglah para karyawan yang bekerja di perusahaan seperti ini. Namun ada kalanya karyawan tidak kunjung mendapat kenaikan gaji secara otomatis, seberapa keras pun karyawan tersebut bekerja.
Tidak semua perusahaan memiliki kondisi yang mapan sehingga mampu dengan rutin menaikkan gaji. Ada perusahaan yang memang tidak mau menaikkan gaji kecuali diminta, alias pelit. Nah kalo perusahaan kita termasuk kategori terakhir, jangan keburu kecewa. Kadang, bukan tidak mungkin gaji kita bisa dinaikkan, asal kita berani berinisiatif meminta kenaikan gaji. Tentunya dengan catatan bahwa prestasi kita bisa dianggap cukup baik sehingga berhak dinaikkan gajinya.
Banyak teman saya yang bertanya-tanya bagaimana cara minta naik gaji, karena udah nggak pede duluan mau menghadap bos. Oleh karena itu, saya mau bagi-bagi tips cara minta naik gaji sesuai pengalaman saya:
1. Cari Timing yang Pas
Kita sudah bertahun-tahun kerja di situ, pasti sudah hafal bagaimana karakter bos. Kita pasti punya gambaran bagaimana membaca mood sang bos. Kalau anda sudah berniat maju menghadap bos, carilah waktu ketika mood beliau juga lagi bagus atau sedang tidak terlalu sibuk. Jangan menghadap bos ketika beliau pulang rapat, karena pasti lelah (dan mungkin uring-uringan). Jangan juga menghadap bos ketika beliau sedang hectic, dijamin malah makin dimarahi. Bagaimana kalau kita udah ngebet banget ingin segera naik gaji, tapi bos sibuk melulu di kantor? Saran saya, agendakan pertemuan empat mata di luar jam kantor. Bisa sambil ngopi di kafe, atau main ke rumahnya sekalian. Diharapkan, dengan ngobrol di luar kantor, suasana justru makin santai sehingga makin melicinkan usaha minta naik gaji.2. Awali dengan Menjelaskan Kenapa Kita Layak Naik Gaji
Udah pas nih momennya, bos lagi santai dan suasana adem. Eh tanpa ada prakata yang jelas kita ujug-ujug nodong minta naik gaji. Ingat, kita kan sedang memohon, maka jaga etika dan perkataan yang sopan santun. Awali dengan betapa loyalnya anda selama ini, selalu disiplin dan tidak pernah terlambat, selalu mengerjakan tugas tepat waktu, dll. Pokoknya kalian karyawan teladan banget deh. Ketika bos udah mengerti betapa berharganya kita dalam perusahaan, baru utarakan niat untuk memohon kenaikan gaji.3. Jangan Langsung Nodong dengan Angka yang Bombastis
Mentang-mentang udah layak, jangan trus kebangetan dengan minta naik gaji 2x lipat. Nanti yang ada kita malah dipecat karena ngelunjak. Mintalah angka yang sewajarnya, bisa berupa angka atau persen. Boleh dinaikkan sedikit dari harga pantasnya kita alias di-mark up, karena nanti angka tersebut pasti bakal dinego oleh bos. Jadi, juga jangan melas banget dan cuma minta naik gaji terlalu sedikit. Mirip-mirip ketika kita negosiasi gaji ketika awal masuk kerja lah. Selalu maintain suasana negosiasi yang nyaman bagi kedua belah pihak hingga dicapai suatu kesepakatan angka.
Kadang masih ada aja orang yang nggak berani untuk langsung tatap muka minta naik gaji, bisa jadi karena khawatir gugup sehingga gagal negosiasinya. Nah, kalo kasusnya kayak gini saya punya tips bonus yaitu:
4. Tulis Surat/E-mail
Kalau suka tulis tangan atau ketik, taruh surat tersebut di amplop dan letakkan di meja beliau. Kalau bos jarang di kantor, tulis e-mail. Jabarkan seperti apa yang saya kemukakan di atas, yaitu jelaskan mengapa kita layak diberi kenaikan gaji, serta berapa kenaikan yang kita inginkan. Dengan cara ini, diharapkan bos bakal membaca tulisan kita terlebih dahulu sehingga memberi waktu buat beliau untuk berpikir. Kalau memang beliau kepikiran, pasti beberapa waktu kemudian kita dipanggil menghadap untuk menjelaskan secara langsung. Kalau bos tidak kunjung merespons, ingatkan saja atau serahkan langsung ke beliau.
Saya pribadi sih sudah menerapkan semua teknik di atas, alhamdulillah berhasil. Teman-teman yang saya beri tips ini pun sudah berhasil naik gajinya. Gimana kalau ternyata bos menolak kenaikan gaji kita? Ya coba dipahami dulu, kenapa kita ditolak. Apakah kita belum menunjukkan performa yang baik? Kalau begitu ya tidak ada cara lain selain tunjukkan etos kerja yang memuaskan. Kalau bos menolak karena memang tidak ada anggaran? Ya kembali ke diri kita masing-masing, apakah pasrah ikhlas dengan keadaan atau memutuskan keluar untuk mencari perusahaan lain yang bisa menggaji sesuai harapan kita.
Intinya, kenali potensi kita dan tetaplah percaya diri. Ikhlas dan sabar juga ya, namanya juga perjuangan. Semoga tips ini bermanfaat :)






No comments:
Post a Comment