Saturday, July 7, 2012

Focus!


Jika saya diminta mengungkapkan kelemahan saya yang terbesar, maka saya akan menjawab: tidak fokus.

Ini sifat yang bagi saya sungguh mengganggu, bikin tidak produktif, dan sungguh ingin saya hilangkan. Saya cenderung tidak bisa melakukan/membaca/menulis satu hal sampai selesai tuntas, selalu berhenti di tengah secara tiba-tiba, lalu secara impulsif saya melakukan/membaca/menulis hal lain yang sama sekali tidak ada korelasinya dengan kegiatan sebelumnya. Contoh, saya bisa saja sedang asyik nonton serial drama korea, namun meskipun alurnya tidak membosankan beberapa menit kemudian saya pause dan tutup drama itu, lalu tiba-tiba konek internet dan twitteran. Nggak ada hubungannya. Dan saya sama sekali tidak terganggu akan hal ini. Sama sekali tidak muncul rasa penasaran ingin menyelesaikan episode drama tadi dengan tuntas. Kadang saya lanjutkan nonton drama tadi esok harinya atau bahkan beberapa hari kemudian, dan saya juga tidak perlu merefresh beberapa adegan sebelumnya. Ya lanjut aja. Seperti pause-lalu-play biasa.

Kalau yang saya baca di internet, salah satu sebabnya sih karena saya suka berbagai hal. Saya suka membaca dan nonton banyak hal di bidang yang berbeda-beda. Sifat ini makin parah seiring dengan kemudahan informasi di mana saya suka baca portal berita online yang beritanya singkat-singkat, 1 menit baca selesai, lalu pindah artikel/topik lain. Begitu juga kerjaan saya di mana dalam 10 menit saya duduk mendesain, lalu menit berikutnya saya harus angkat telepon, lalu saya harus cek email, lalu dipanggil bos untuk mengerjakan hal lain, dan sebagainya. Kerjaan saya sendiri pun tidak fokus. Job description saya tidak jelas karena saya mengerjakan berbagai hal.

Teman-teman saya juga tidak habis pikir saya bisa dengan mudahnya switching activities like that. Awalnya tak terasa, namun lama-kelamaan semakin terlihat bahwa kerjaan saya jadinya nggak ada yang beres. Semuanya menggantung, menunggu untuk dituntaskan.

Kemudian saya baca salah satu statement seseorang di sebuah forum online, kebiasaan ini bisa dikontrol dengan terapi membaca novel, di mana kita akan fokus membaca sebuah cerita yang panjang. Wow syukurlah, karena saya memang hobi membaca, namun sayangnya sudah jarang sekarang karena kesibukan kerjaan. Maka begitulah, bulan ini saya membelanjakan uang untuk beli berbagai novel dengan harapan bisa efektif mengatasi ketidakfokusan saya.

Awalnya sungguh sulit, satu novel Michael Crichton saja saya habiskan dalam waktu 2 minggu lebih karena saya masih suka switch melakukan hal lain, belum bisa benar-benar fokus. Padahal novelnya menarik sekali, State of Fear, tentang global warming. But yeah, memang perlu ketekunan, sambil terus berusaha fokus di pekerjaan saya.

(NB: menulis naskah ini membutuhkan waktu hampir 1 jam karena saya tidak fokus menulisnya, antara nulis dan browsing2 berbagai website. Duh.)

No comments:

Post a Comment

Book Review: Outliers

Sudah lama buku ini masuk dalam wish list saya ketika saya mendengarkan salah satu episode siniar Malcolm Gladwell berjudul Revisionist Hist...