Jika saya diminta mengungkapkan kelemahan saya yang terbesar,
maka saya akan menjawab: tidak fokus.
Ini sifat yang bagi saya sungguh mengganggu, bikin tidak
produktif, dan sungguh ingin saya hilangkan. Saya cenderung tidak bisa
melakukan/membaca/menulis satu hal sampai selesai tuntas, selalu berhenti di
tengah secara tiba-tiba, lalu secara impulsif saya melakukan/membaca/menulis
hal lain yang sama sekali tidak ada korelasinya dengan kegiatan sebelumnya.
Contoh, saya bisa saja sedang asyik nonton serial drama korea, namun meskipun
alurnya tidak membosankan beberapa menit kemudian saya pause dan tutup drama
itu, lalu tiba-tiba konek internet dan twitteran. Nggak ada hubungannya. Dan
saya sama sekali tidak terganggu akan hal ini. Sama sekali tidak muncul rasa
penasaran ingin menyelesaikan episode drama tadi dengan tuntas. Kadang saya lanjutkan
nonton drama tadi esok harinya atau bahkan beberapa hari kemudian, dan saya
juga tidak perlu merefresh beberapa adegan sebelumnya. Ya lanjut aja. Seperti
pause-lalu-play biasa.
Kalau yang saya baca di internet, salah satu sebabnya sih
karena saya suka berbagai hal. Saya suka membaca dan nonton banyak hal di
bidang yang berbeda-beda. Sifat ini makin parah seiring dengan kemudahan
informasi di mana saya suka baca portal berita online yang beritanya
singkat-singkat, 1 menit baca selesai, lalu pindah artikel/topik lain. Begitu
juga kerjaan saya di mana dalam 10 menit saya duduk mendesain, lalu menit
berikutnya saya harus angkat telepon, lalu saya harus cek email, lalu dipanggil
bos untuk mengerjakan hal lain, dan sebagainya. Kerjaan saya sendiri pun tidak
fokus. Job description saya tidak jelas karena saya mengerjakan berbagai hal.
Teman-teman saya juga tidak habis pikir saya bisa dengan
mudahnya switching activities like that. Awalnya tak terasa, namun
lama-kelamaan semakin terlihat bahwa kerjaan saya jadinya nggak ada yang beres.
Semuanya menggantung, menunggu untuk dituntaskan.
Kemudian saya baca salah satu statement seseorang di sebuah
forum online, kebiasaan ini bisa dikontrol dengan terapi membaca novel, di mana
kita akan fokus membaca sebuah cerita yang panjang. Wow syukurlah, karena saya
memang hobi membaca, namun sayangnya sudah jarang sekarang karena kesibukan
kerjaan. Maka begitulah, bulan ini saya membelanjakan uang untuk beli berbagai
novel dengan harapan bisa efektif mengatasi ketidakfokusan saya.
Awalnya sungguh sulit, satu novel Michael Crichton saja saya
habiskan dalam waktu 2 minggu lebih karena saya masih suka switch melakukan hal
lain, belum bisa benar-benar fokus. Padahal novelnya menarik sekali, State of
Fear, tentang global warming. But yeah, memang perlu ketekunan, sambil terus
berusaha fokus di pekerjaan saya.
(NB: menulis naskah ini membutuhkan waktu hampir 1 jam
karena saya tidak fokus menulisnya, antara nulis dan browsing2 berbagai
website. Duh.)
No comments:
Post a Comment